Sabtu, 23 September 2017

contoh media pembelajaran interaktif

Disini baiklah kami tampilkan video pendek selama lima menit  yang telah kami buat sebagai contoh multimedia pembelajaran interaktif yang mana dalam kesempatan ini kami menggunakan materi SMP yaitu PELUANG.


Minggu, 17 September 2017

PRINSIP-PRINSIP MEDIA PEMBELAJARAN



PRINSIP-PRINSIP MEDIA PEMBELAJARAN

Prinsip-prinsip desain multimedia untuk pembelajaran Sebelum membahas lebih mendalam   tentang prinsip-prinsip desain multimedia ada tahapan yang penting diketahui terlebih dahulu tentang rancangan pesan multimedia pembelajaran. Pesan- pesan multimedia hendaknya dirancang International Conference Proceeding “ICT in Education For Peace” 7 dengan mengikuti cara belajar manusia ( cara otak bekerja). Richard E. Mayer (2009) menyatakan pesan multimedia yang dirancang dengan tata cara otak manusia bekerja akan lebih mungkin pembelajaran menjadi lebih bermakna dibandingkan dengan pesan multimedia yang tidak dirancang dengan mengikuti cara kerja otak manusia. Oleh karena itu Richard E. Mayer menawarkan lima tahapan dalam merancan pesan multimedia yaitu;

1.      memilih kata-kata yang relevan dari teks dan narasi yang tersaji.
2.      memilih gambar-gambar yang relevan dari ilustrasi yang tersaji.
3.      menga tur kata-kata yang terpilih kedalam represendasi verbal yang koheren.
4.      mengatur gambar-gamabr yang tersaji kedalam representasi visual yang koheren.
5.      memadukan representasi verbal dan representasi visual secara koheren.

Untuk memperoleh multimedia yang dapat meningkatkan pemahaman siswa dan memiliki kualitas tampilan yang baik maka desain pesan multimedia perlu dipadukan dengan prinsip-prinsip desain multimedia. Lebih lanjut Richard E. Mayer (2009) menyebutkan tujuh prinsip desain multimedia untuk dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan bela jar siswa. Prinsipprinsip tersebut telah dibuktikan melalui penelitian oleh Richard E Mayer dengan menggunakantes retensi (mengingat) dan tes transfer (memahami).

1.      Prinsip multimedia
     Siswa dapat belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada hanya kata kata saja. Apabila pengembang multimedia pembelajaran menginginkan peningkatan pemahaman dan meningkatkan mutu desain multimedia maka sajian multimedia hendaknya memadukan dua kata-kata (teks) dan diikuti dengan sajian gambar.

2.     Prinsip keterdekatan ruang 
      (spatial contiguity principle) Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar gambar terkait disajikan secara berdekatan daripada saat disajikan saling berjauhan dalam halaman atau layar slide. Gambar dan kata-kata yang disajikan haruslah berdekatan dalam on-screen. Gambar dan teks/ kata yang berjauhan akan menyulitkan bagi siswa untuk memahami-nya atau bisa jadi bias makna yang disebabkan tek dan gambar yang berjauhan tersebut.
3.      Prinsip keterdekatan waktu
    Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar terkait disajikan secara simultan (berbarengan) daripada suksesif (bergantian). Untuk meningkatkan pemehaman siswa gambar dan teks/kata sebaiknya disajikan secara berbarengan dalam on-screen bukan bergantian sebab jika disajikan secara bergantian dapat menyebabkan terjadi kesalahan dalam memproses informasi yaitu hubungan mental an tara representasi verbal dan representasi visual tidak terjadi.


       prinsip Koherens
     Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata, gambar-gambar atau suara- suara ekstra/tambahan dibuang dari pada dimasukkan. Unsure-unsur tambahan yang tidak perlu sebaiknya dihilangkan dalam tampilan on- screen, karena unsure tambahan terseb ut akan mengalihkan perhatian siswa dari materi yang penting, bisa menggangu proses penataan materi, dan dapat menggiring siswa pada materi yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran.
5.      Prinsip modalitas
      Siswa dapat belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada animasi dan teks on-screen  Gambar-gambar dan kata-kata sama disajikan secara visual (yakni sebagai animasi dan teks) akan menyebabkan saluran visual/pictorial kelebihan beban sebaliknya saluran auditori/verbal tidak termanfaatkan. Oleh karena itu dlam pengembangan multimedia saluaran visual dan auditori digunakan secara seimbang.
6.      Prinsip redundansi
     Siswa dapat belajar lebih baik dari animasi dan narasi darpada animasi, narasi dan teks on-screen . Jika kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara visual yakni animasi dan teks akan menyebabkan saluran visual kelebihan beban sehingga pemrosesan informasi kurang maksimal.

7.      Prinsip perbedaan individual International Conference Proceeding
“   Pengaruh desain lebih kuat terhadap siswa berpengatahuan rendah daripada siswa berpengetahuan tinggi, dan siswa berkemampuan spatial tinggi lebih baik daripada siswa berspasial rendah. Penggunaan multimedia sebainya digunakan padasiswa yang belum mempelajarimateri bukan untuk mengulang (remidi), sebab siswa yang memilikipengetahuan kurang tertarik pada unsur-unsur multimedia. Begitujugasiswa yang kemampuan spasial rendah juga tidak begitu tertarik dengantampilan multimedia

alat pengontrol agar multimedia berguna dengan baik


TEKNOLOGI APA YANG DAPAT DIGUNAKAN AGAR MULTIMEDIA DAPAT BERGUNA DENGAN bAIK UNTUK KITA DAN PROSES PEMBELAJARAN

Di era yang semakin mengglobal seperti  sekarang ini Para pakar pendidikan  sering menganjurkan bahwa dalam melaksanakan proses pembelajaran sebaiknya guru menggunakan media yang lengkap, sesuai dengan keperluan dan menyentuh berbagai indra. Untuk memenuhi keperluan itu, maka penggunaan multimedia adalah salah satu alternatif pilihan yang baik untuk pengajaran dan pembelajaran yang berkesan.

Pembelajaran berbasis multimedia mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan papan tulis dan kapur. Pembelajaran berbasis multimedia melibatkan hampir semua unsur-unsur indra. Penggunaan multimedia dapat mempermudah siswa dalam belajar, juga waktu yang digunakan lebih efektif dan efisien. Selain itu pembelajaran dengan menggunakan multimedia  akan sangat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dimana dengan motivasi yang meningkat maka prestasipun akan dapat diraih dengan lebih optimal. Penggunaan multimedia dalam pembelajaran juga akan mengenalkan sedini mungkin pada siswa akan teknologi.
Teknologi multimedia ini, juga dapat digunakan dalam mengembangkan Computer Assisted Learning (CAL).  Computer Assisted Learning (CAL) adalah perangkat lunak pendidikan yang diakses melalui komputer dan meru-pakan bentuk pembelajaran yang menempatkan komputer sebagai “dosen”. Dengan CAL, kata Widyo, proses belajar bisa berlangsung secara individu dan mampu mengadopsi perbedaan individu peserta didik. Karena pada intinya CAL merupakan media ganda yang terintegrasi yang dapat menyajikan suatu paket ajar yang berisi komponen visual dan suara secara bersamaan. CAL juga mempunyai komponen inlelegensi yang membuat program CAL bersifat interaktif dan mampu memroses data atau memberi jawaban bagi pengguna.CAL bersifat interaktif artinya programnya lebih bermakna diban-dingkan dengan program pembelajaran yang disajikan lewat media lainnya. CAL juga menggunakan multimedia yaitu sistem komputer yang meng-gabungkan audio dan video untuk menghasilkan aplikasi interaktif dengan menggunakan teks, suara dan gambar.

Adapun komponen CAL beserta manfaatnya antara lain:
1. Teks, efektif untuk menyampaikan informasi verbal, merangsang daya pikir kognitif, memperjelas media lainnya,
2.  Audio, efektif untuk memancing perhatian, menumbuhkan daya imajinasi dan menambah atau membentuk suasana jadi hidup.
3.  Grafis, Foto dan Gambar, efektif untuk mengkonkritkan sesuatu yang abstrak dan menghilangkan verbalisme pada anak,
4. Video efektif untuk memperlihatkan peristiwa masa lalu sesuai kejadian yang sebenarnya, menyajikan peristiwa penting maupun kejadian langka yang sulit didapat, menampilkan gerakan obyek yang terlalu cepat atau lambat menjadi normal sehingga dapat dilihat mata,
5. Animasi efektif untuk menjelaskan suatu proses yang sulit dilihat mata.

defenisi media



PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARA
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhezAjDV0O3YpVIIuLzWDOk5roTTltQQaC29mliR2IWqTIyKzCqIZc61rBvHDDsSAYI7saP0nxxFILxT5n85LXwBzp4tHNYsTXwzhyphenhyphenjMvzKzKGCxVh9UBfkqvJxfBu05JaYTgFaF1bVZPc/s200/MEDIA.jpg
Pengertian Media pembelajaran adalah alat bantu dalam proses belajar mengajar. Sesuatu apa pun yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perhatian, perasaan, dan kemampuan atau keterampilan pebelajar tersebut sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar atau kegiatan pembelajaran.
Secara umum dapat dikatakan bahwa substansi dari media pembelajaran adalah bentuk saluran, yang digunakan untuk menyalurkan pesan, informasi atau bahan pelajaran kepada penerima pesan atau pembelajar dapat pula dikatakan  bahwa media pembelajaran adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar
Singkatnya pengertian media pembelajaran adalah suatu alat sebagai perantara untuk pemahaman makna dari materi yang disampaikan oleh pendidik atau guru baik berupa media cetak atau pun elektronik dan media pembelajaran ini juga sebagai alat untuk memperlancar dari penerapan komponen-komponen dari sistem pembelajaran tersebut, sehingga proses pembelajaran dapat bertahan lama dan efektif, suasana belajar pun menjadi menyenangkan.
Ada beberapa jenis media pembelajaran, diantaranya:
  1. Media Visual: grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
  2. Media Audial: radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
  3. Projected still media: slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
  4. Projected motion media: film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
Pada hakikatnya bukan media pembelajaran itu sendiri yang  menentukan hasil  belajar. Ternyata keberhasilan menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan, (2) cara menjelaskan pesan, dan (3) karakteristik penerima pesan. Dengan demikian dalam memilih dan menggunakan media, perlu diperhatikan  ketiga faktor tersebut. Apabila ketiga faktor tersebut mampu disampaikan dalam media pembelajaran tentunya akan memberikan hasil yang maksimal.
Tujuan menggunakan media pembelajaran:
Ada beberapa tujuan menggunakan media pembelajaran, diantaranya yaitu:
  • Mempermudah proses belajar-mengajar
  • Meningkatkan efisiensi belajar-mengajar
  • Menjaga relevansi dengan tujuan belajar
  • Membantu konsentrasi mahasiswa
  • Menurut Gagne: Komponen sumber belajar yang dapat merangsang siswa untuk belajar
  • Menurut Briggs: Wahana fisik yang mengandung materi instruksional
  • Menurut Schramm: Teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional
  • Menurut Y. Miarso: Segala sesuatu yang dapat merangsang proses belajar siswa
Tidak diragukan lagi bahwa semua media itu perlu dalam pembelajaran. Kalau sampai hari ini masih ada guru yang belum menggunakan media, itu hanya perlu satu hal yaitu perubahan sikap. Dalam memilih media pembelajaran, perlu disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan kondisi masing-masing. Dengan perkataan lain, media yang terbaik adalah media yang ada. Terserah kepada guru bagaimana ia dapat mengembangkannya secara tepat  dilihat dari isi, penjelasan pesan dan karakteristik siswa untuk menentukan media pembelajaran tersebut.

Sabtu, 02 September 2017

dual coding teory




Teori Dual Coding.

Teori Pengenkodan Dedua Paivio(Dual Coding Theory) merupakan satu teori yang memodelkan pemikiran manusia ke dalam dua sistem pemprosesan yang dominan iaitu verbal dan bukanverbal.Siatem bukan verbal menguruskan pemprosesan maklumat visual.Apabila gambar dienkodkan,adalah dipercayai ianya dienkodkan secara visual dan verbal.Andaian teori ini adalahterdapat dua subsistem kognitif , satu untuk perwakilan dan pemprosesan objek atau kejadian bukan verbal(imagery),dan satu lagi yang dikhususkan untuk bahasa.Paivio (1986) juga mencadangkan dua jenis unit perwakilan yang berbeza iaitu imagens´ untuk imej mental dan´loggens´ untuk entity verbal.´Loggens´ diorganisasi dalam bentuk perkaitan dan hierarki sementara imagens´diorganisasikan dalam bentuk hubungan bahagian-seluruh (part-whole relationships).Teori ini meramalkan tiga jenis pemprosesan berlaku antara dan dalam kedua-dua sistem ini iaitu pemprosesan perwakilan, pemprosesaanrujukan dan pemprosesan sekutuan.Pemprosesan perwakilan merupakan pengaktifan langsung perwakilan verbal atau non-verbal.Perwakilan rujukan merupakan pengaktifan sistem verbal oleh sistem bukan verbal atausebaliknya.Perwakilan sekutuan merupakan pengaktifan perwakilan dalam sistem verbal atau bukan verbal yang sama.Sesuatu tugas memerlukan salah satu atau ketiga-tiga jenis pemprosesan.Teori Pengenkodan Dedua ini sebenarnya digunakan untuk menerangkansignifikan kebolehan spatial dalam teori-teori kecerdasan(Guilford,1982),pemproses bilingualdan sebagai rangka am bagi psikologi (Clark & Paivio,1991).Seterusnya penggunaan audio danvisual akan dapat membantu para pelajar dengan lebih berkesan kerana usaha membina imejmental boleh dibantu oleh imej-imej yang dipaparkan di skrin komputer ketika pelajar mengikutisesuatu perisian pembelajaran(Jonassen & Hanunum,1987). Contohnya,seorang guru yang
 
mengajar murid Tahun 1 di dalam bilik darjah akan mengajar dengan menyebut (verbal) A ,B, C dan D.Dalam masa yang sama,guru akan membantu pelajar menulis(visual) di papan putihuntuk menunjukkan huruf-huruf abjad tersebut.Menurut Paivio(1986),maklumat diproses didalam otak manusia menerusi dua saluran.Satu saluran yang memproses maklumat verbal sepertiteks dan audio yang dinamakan µlogoggens dan satu lagi saluran yang memproses maklumat bukan verbal seperti gambar,animasi,ilustrasi dan bunyi yang dinamakan µimagens .Teori dualcoding juga mengenalpasti tiga bentuk pemprosesan maklumat iaitu1.represenational (perwakilan) :Pengaktifan terus perwakilan verbal atau bukan verbal.2.referential (rujukan) : Pengaktifan perwakilan verbal oleh perwakilan bukan verbal atausebaliknya.3.associative (gabungan) :Pengaktifan perwakilan oleh sistem yang sama, sama adaverbal oleh verbal atau bukan verbal oleh bukan verbal.Menurut Paivio (1986) lagi,pengaktifan kedua-dua saluran verbal dan bukan verbal iaitumelalui pemprosesan hubungan rujukan (refrential) boleh berfungsi mengekalkan sesuatumaklumat itu dalam ingatan.Dengan itu,koswer multimedia yang dibangunkan dengan pelbagaimedia yang digunakan saling berkait antara satu sama lain boleh menjadi elemen yangmembantu pelajar mengingati sesuatu maklumat yang disampaikannya.