PRINSIP-PRINSIP
MEDIA PEMBELAJARAN
Prinsip-prinsip desain multimedia untuk pembelajaran Sebelum
membahas lebih mendalam tentang
prinsip-prinsip desain multimedia ada tahapan yang penting diketahui terlebih
dahulu tentang rancangan pesan multimedia pembelajaran. Pesan- pesan multimedia
hendaknya dirancang International Conference Proceeding “ICT in Education For
Peace” 7 dengan mengikuti cara belajar manusia ( cara otak bekerja). Richard E.
Mayer (2009) menyatakan pesan multimedia yang dirancang dengan tata cara otak manusia
bekerja akan lebih mungkin pembelajaran menjadi lebih bermakna dibandingkan
dengan pesan multimedia yang tidak dirancang dengan mengikuti cara kerja otak
manusia. Oleh karena itu Richard E. Mayer menawarkan lima tahapan dalam
merancan pesan multimedia yaitu;
1. memilih kata-kata yang relevan dari
teks dan narasi yang tersaji.
2. memilih gambar-gambar yang relevan dari
ilustrasi yang tersaji.
3. menga tur kata-kata yang terpilih
kedalam represendasi verbal yang koheren.
4. mengatur gambar-gamabr yang tersaji kedalam
representasi visual yang koheren.
5. memadukan representasi verbal dan representasi
visual secara koheren.
Untuk memperoleh multimedia yang dapat meningkatkan
pemahaman siswa dan memiliki kualitas tampilan yang baik maka desain pesan
multimedia perlu dipadukan dengan prinsip-prinsip desain multimedia. Lebih
lanjut Richard E. Mayer (2009) menyebutkan tujuh prinsip desain multimedia
untuk dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan bela jar siswa. Prinsipprinsip
tersebut telah dibuktikan melalui penelitian oleh Richard E Mayer dengan
menggunakantes retensi (mengingat) dan tes transfer (memahami).
1. Prinsip multimedia
Siswa dapat
belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada hanya kata kata
saja. Apabila pengembang multimedia pembelajaran menginginkan peningkatan
pemahaman dan meningkatkan mutu desain multimedia maka sajian multimedia
hendaknya memadukan dua kata-kata (teks) dan diikuti dengan sajian gambar.
2. Prinsip keterdekatan ruang
(spatial
contiguity principle) Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan
gambar gambar terkait disajikan secara berdekatan daripada saat disajikan
saling berjauhan dalam halaman atau layar slide. Gambar dan kata-kata yang
disajikan haruslah berdekatan dalam on-screen. Gambar dan teks/ kata yang
berjauhan akan menyulitkan bagi siswa untuk memahami-nya atau bisa jadi bias
makna yang disebabkan tek dan gambar yang berjauhan tersebut.
3. Prinsip keterdekatan waktu
Siswa dapat
belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar terkait disajikan secara simultan
(berbarengan) daripada suksesif (bergantian). Untuk meningkatkan pemehaman
siswa gambar dan teks/kata sebaiknya disajikan secara berbarengan dalam on-screen
bukan bergantian sebab jika disajikan secara bergantian dapat menyebabkan
terjadi kesalahan dalam memproses informasi yaitu hubungan mental an tara
representasi verbal dan representasi visual tidak terjadi.
prinsip Koherens
Siswa dapat
belajar lebih baik saat kata-kata, gambar-gambar atau suara- suara
ekstra/tambahan dibuang dari pada dimasukkan. Unsure-unsur tambahan yang tidak
perlu sebaiknya dihilangkan dalam tampilan on- screen, karena unsure tambahan
terseb ut akan mengalihkan perhatian siswa dari materi yang penting, bisa menggangu
proses penataan materi, dan dapat menggiring siswa pada materi yang tidak
sesuai dengan tujuan pembelajaran.
5. Prinsip modalitas
Siswa dapat
belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada animasi dan teks on-screen Gambar-gambar dan kata-kata sama disajikan
secara visual (yakni sebagai animasi dan teks) akan menyebabkan saluran visual/pictorial
kelebihan beban sebaliknya saluran auditori/verbal tidak termanfaatkan. Oleh
karena itu dlam pengembangan multimedia saluaran visual dan auditori digunakan
secara seimbang.
6. Prinsip redundansi
Siswa dapat
belajar lebih baik dari animasi dan narasi darpada animasi, narasi dan teks on-screen
. Jika kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara visual yakni animasi dan
teks akan menyebabkan saluran visual kelebihan beban sehingga pemrosesan
informasi kurang maksimal.
7. Prinsip perbedaan individual International
Conference Proceeding
“ Pengaruh desain lebih kuat
terhadap siswa berpengatahuan rendah daripada siswa berpengetahuan tinggi, dan
siswa berkemampuan spatial tinggi lebih baik daripada siswa berspasial rendah.
Penggunaan multimedia sebainya digunakan padasiswa yang belum mempelajarimateri
bukan untuk mengulang (remidi), sebab siswa yang memilikipengetahuan kurang
tertarik pada unsur-unsur multimedia. Begitujugasiswa yang kemampuan spasial
rendah juga tidak begitu tertarik dengantampilan multimedia